oleh

28 Tahun Tidak Tersentuh, Komisi III DPRD Tinjau Pematusan Kali Rawa Bebek

-Megapolitan-253 views

Bekasi, Publikasinews.com – Ketua komisi III DPRD kota Bekasi, Murfati Lidiyanto Lie melakukan peninjauan langsung lokasi perbaikan dan normalisasi kali di Rawa Bebek, Harapan Baru, Bekasi Barat pada Rabu (28/3/2018) pagi.

Menurut politisi partai Gerindra Dapil Medansatria – Bekasi Barat ini kegiatan pematusan tersebut sebagai implementasi dari aspirasi warga di sekitar bantaran kali sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut.

Menurut warga yang tinggal dibantaran kali itu sejak 1990 mengaku sudah hampir 30 tahun belum tersentuh perbaikan dan normalisasi kali oleh pemerintah kota Bekasi.

Bantaran kali yang berada di samping 6 gereja diantaranya Gereja GPIB Harapan Baru, Gereja Panthekosta Serikat, Gereja Bethel Indonesia, Gereja GKRI, Gereja Advent dan gereja HKBP berada di RW 14 menurut warga sering banjir.

Namun pasca adanya Kali Banjir Kanal Timur (BKT) persoalan banjir tersebut sudah teratasi, hanya masih meninggalkan lumpur padat karena tidak pernah dilakukan pendangkalan.

“Ini adalah kegiatan pematusan. Ini juga kunjungan saya kesekian kali untuk memantau proses pembuangan lumpur. Tepatnya di Rawa Bebek, Bekasi Barat. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan bersih untuk mencegah banjir,” ucapnya.

Sebanyak 30 pasukan hitam-hitam yang terjun ke dasar kali merupakan tim yang terbiasa digerakkan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk menggali lumpur dan membersihkan sampah serta menormalisasikan kembali fungsi pengairan melakukan tugasnya pagi tadi.

Murfati menyatakan tahun 2016 Pemkot dan DPRD sudah MoU dengan Pemkot DKI Jakarta dalam hal izin pembukaan Banjir Kanal Timur (BKT). “Air dari Kota bekasi dipersilakan dibuang ke arah BKT. Oleh karena itu kita bergiat diri menyongsong pembukaan BKT,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan DPRD dan dinas terkait akan bekerja lebih giat menormalisasi kali, peninggian jembatan juga merapikan kali-kali yang sudah hancur.

“Berkenaan dengan ini kami juga menunggu izin dari Bupati Neneng, dari Kabupaten. Jika diizinkan, BKT bisa dibuka,” tambahnya.

Lebih lanjut Murfati menyatakan nantinya ia bersama warga setempat akan menyemai benih ikan lele ke dalam kali tersebut untuk dibudidayakan.

“Nah kami juga bercita-cita semua tokoh masyarakat agar setelah selesai pembuangan lumpur dan merapikan semua sampah, kita coba beternak lele. Semoga masyarakat ini bisa kerjasama. Kita akan awasi. Ini hajat untuk masyarakat. semoga terwujud dengan baik, karena saya juga cinta lingkungan, masyarakatnya dan senang keindahan,” pungkasnya. (AN2)

Komentar

News Feed