oleh

Denny JA Bersyukur Lembaga Surveinya Paling Presisi di Pilpres 2019

-Politik-171 views

Jakarta, Publikasinews.com – Denny JA, konsultan politik yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, bersyukur karena hasil quick count atau hitung cepat lembaganya paling presisi ketimbang lembaga survei lainnya untuk Pilpres 2019.

Hal itu mengacu dari hasil final real count yang baru saja diumumkan KPU, Selasa (21/5/2019) dini hari.

“Alhamdulilah, terbukti semua quick count lembaga survei akurat soal Jokowi menang. Dan saya lebih bersyukur lagi, quick count LSI Denny JA memiliki selisih terkecil dibandingkan hasil final real count KPU,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/5/2019) pagi.

Ia mengomentari hasil final Real Count Pilpres 2019. KPU baru saja mengumumkan Real Count Final 100% di mana Jokowi-Ma’ruf Amin menang di angka 55,5% dan Prabowo-Sandi di angka 44,5%.

Pada hari pencoblosan, 17 April 2019, ada sebelas lembaga survei yang mengumumkan hitung cepat, mulai dari LSI Denny JA, SMRC, Polltracking, Indikator, Indobarometer, Charta Politica, Cyrus-CSIS, Median, Litbang Kompas, Kedai Kopi, hingga Vox Populasi.

Semua hitung cepat mengumumkan kemenangan Jokowi di angka yang beragam. LSI Denny JA menunjukkan selisih paling kecil, dibandingkan Real Count KPU dalam Pilpres 2019, sekitar 0,12 persen. Selisih terbesar dari Kedai Kopi sekitar 2,08 persen.

Denny JA menjelaskan, ini bukan rekor terbaik LSI. Di tahun 2010, LSI pernah memperoleh rekor MURI karena selisih hitung cepat di Sumbawa NTB, adalah 0.00%, alias hasil quick count sama persis dibanding hasil KPUD 14 hari kemudian.

“Sekali lagi publik diberikan pengalaman betapa ilmu pengetahuan dapat membantu kita mengetahui hasil Pemilu dengan 250 juta populasi begitu cepat. Hanya dalam waktu tiga jam setelah TPS ditutup, quick count membantu mengetahui siapa yang menang. Terbukti hasil quick count menyerupai hasil real count sebulan kemudian,” papar Denny JA.

Ia menambahkan, “Bagi mereka yang membawa LSI Denny JA, juga lembaga survei lainnya ke polisi, dan menuduh kami membohongi publik, kembali ditolak oleh hasil Real Count KPU.”

Komentar

News Feed