oleh

Jaksa Agung RI Lantik Drs.Muhammad Rum, SH, MH Sebagai Kajati Sulawesi Tengah

Jakarta,Publikasinews.com – Jaksa Agung HM Prasetyo melantik tujuh kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang baru serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Korps Adhyaksa di Gedung Sasana Baharuddin Kejagung, Jakarta,
Jumat.”(12/10/18).
“Mutasi dan promosi adalah kebijakan rutin yang diselenggaran untuk meningkatkan intensitas capaian kinerja melalui penyegaran yang harus dilakukan,” kata Prasetyo di acara pelantikan itu.
Ketujuh kajati baru yang dilantik itu adalah Drs. Muhammad Rum (Kajati Sulawesi Tengah), Fachruddin (Kajati Sumatera Utara), Mudim Aristo (Kajati Sulawesi Tenggara), Happy Hadiastuty (Kajati Banten), Irdam (Kajati Aceh), Baginda Polin Lumban Gaol (Kajati Kalimantan Barat) dan Amandra Syah Arwan (Kajati Bengkulu).
Pejabat eselon II yang dilantik di antaranya Syafrudin (Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum), Bambang Sugeng Rukmono (Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara) serta Sampe Tuah (Direktur Tindak Pidana lainnya terhadap orang dan harta benda pada Jam Pidum).
Selanjutnya, Mukri (Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Jam Intelijen), Didik Istiyanta (Kepala Biro Perlengkapan pada Jambin), Chaerul Amir (Direktur Ekonomi dan Keuangan padan Jam Intelijen), Amran (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada Jam Bin) serta Sulijati (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Diklat).
Kejaksaan Agung RI H.M Prasetyo dalam sbutannya menyampaikan, Yang saya hormati, Wakil Jaksa Agung R.I., Ketua Komisi Kejaksaan R.I. beserta jajarannya, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I., Para Staf Ahli Jaksa Agung R.I. dan Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan, Para Pejabat Eselon II dan Eselon III di Lingkungan Kejaksaan Agung R.I., Ibu Ketua Umum, segenap ibu-ibu Pengurus dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah, Para Undangan, Hadirin dan para Awak Media yang berbahagia.
“Pertama-tama marilah kita mensyukuri nikmat dan karunia Allah Subhanahu Wattaala, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita untuk hari ini dapat menyelenggarakan prosesi acara pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan R.I. ini.
Hadirin dan pejabat baru yang dilantik, yang berbahagia,
Sebagaimana sering kita sampaikan, pengangkatan, penempatan, pengisian, peralihan tugas dan jabatan di lingkungan Kejaksaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan selama ini, adalah merupakan bentuk kebijakan organisasi yang antara lain dimaksudkan untuk melakukan pemetaan, pengembangan, pemantaban personil dan institusi dengan tujuan mendorong peningkatan kinerja guna mengoptimalkan raihan target dan hasil yang hendak dicapai. Hal ini penting untuk mengimbangi dan merespon semakin berkembangnya dinamika berbagai permasalahan dan kompleksitas tugas dan pekerjaan yang harus dihadapi dan diselesaikan, yang memerlukan penyegaran dengan cara menata dan menggerakkan personil dan pejabat dari sebuah penugasan ke penugasan lain dan dari satu daerah ke daerah lain yang berbeda.
Dan dengan kebijakan seperti itu maka penempatan seorang pejabat pada berbagai jabatan dan tempat diharapkan juga akan dapat meningkatkan kemampuan, memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan maupun pemahaman agar memiliki performa dan sosok yang benar-benar utuh yang memiliki bekal kemampuan yang cukup dalam memprediksi, mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan, kendala dan problematika yang akan dan sedang dihadapi di wilayah penugasannya.
Hadirin yang saya hormati,
Reformasi dan revitalisasi hukum sebagaimana yang dinyatakan didalam program Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK dimana kita harus ikut bertanggung jawab sebagai pelaksana dan terlibat didalamnya, dirumuskan dengan komitmen, janji dan pernyataan bahwa negara akan selalu hadir untuk mengurus, melayani dan melindungi dengan memberikan rasa aman pada seluruh warga bangsa. Komitmen dan pernyataan dimaksud diantaranya untuk mempertegas bahwa negara harus kuat dan tidak lemah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab penegakan hukum yang dituntut harus menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kemanfaatan. Hukum dan penegakan hukum yang baik, benar, bermartabat dan terpercaya.
Sementara itu, jujur harus diakui tentang adanya beberapa masalah prinsip di lingkungan kita yang masih memerlukan perhatian serius dan sungguh-sungguh yang perlu secara konsisten harus segera dibenahi dan diperbaiki. Problem masih ditemui dan munculnya persoalan yang cenderung dapat mengganggu dan mencederai citra korps, berkaitan masalah profesionalitas dan integritas dari sementara oknum jaksa dan pegawai dilingkungan kita. Ada diantara mereka, seperti yang sudah juga selalu saya sampaikan yang belum mau meninggalkan paradigma lama, yang bekerja dan berdisiplin semaunya, seenaknya, asal-asalan, tidak memiliki tanggung jawab terhadap tugas pekerjaan dan yang paling ekstrim menyalahgunakan kewenangan dan profesi yang seharusnya di jaga harkat dan martabatnya dengan baik dan terhormat. Berbagai hal seperti ini yang masih saja menjadi persoalan prinsip yang harus segera diakhiri dan diselesaikan.
Keengganan dan kurangnya segera menyadari berbagai kekeliruan dan kekurangan yang ada pada diri kita tersebut akan memperkuat gambaran dan stigma yang menjadikan proses penegakan hukum kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Karena mereka tidak lagi dapat banyak berharap dan mengandalkan bahwa hukum dan melalui penegakkan hukum oleh para penegak hukum tidak akan dapat memperoleh jalan keluar penyelesaian sesuai ekspektasi dan harapannya. Hal itu pula yang tidak jarang memunculkan fenomena baru sekarang ini yang mendorong masyarakat para pencari keadilan kemudian memilih jalan pintas, melakukan tindakan main hakim sendiri yang saat ini banyak dikenal sebagai peradilan jalanan (street justice), demonstrasi, pengerahan massa dan lain sebagainya.
Sebagai puncak ketidakpercayaan pada proses penegakkan hukum tersebut adalah hilangnya wibawa hukum, wibawa institusi penegak hukum bahkan wibawa pemerintah dan negara di mata masyarakat dan rakyat.
Hadirin sekalian, segenap Insan Adhyaksa yang saya banggakan,
Di tengah kenyataan seperti ini, institusi penegak hukum yang memang merupakan penyangga utama, paling bertanggung jawab dan paling menentukan penyelenggaraan dan tercapai atau tidaknya tujuan penegakan hukum, sudah seharusnya cepat menyadari secara bersungguh-sungguh dan menyeluruh untuk segera melakukan evaluasi, koreksi, penataan, perbaikan dan penyempurnaan sebagai bagian integral dari apa yang dimaksudkan sebagai reformasi hukum dan juga reformasi birokrasi. Langkah-langkah tersebut adalah merupakan upaya yang harus ditempuh yang merupakan kunci pembuka jalan terbentangnya kembali kepercayaan masyarakat pada institusi penegak hukum khususnya kepada lembaga Kejaksaan milik kita bersama.
Sejalan dengan itu, begitu menentukannya peran aparat penegak hukum dalam upaya mencapai tujuan penegakan hukum yang baik dan benar, maka sangat perlu dibarengi dengan  pembangunan terkait kapasitas dan kapabilitas penyelenggara (capacity building), yang untuk itu dapat ditempuh  hanya dengan melakukan penguatan profesionalitas dan integritas aparatur pelaksananya. Karena dalam praktek dan kenyataannya, biar sebaik apa pun hukum, peraturan dan perundangan disusun dan dirumuskan, maka hal itu tidak ada artinya dan tidak akan dapat memberikan jaminan kebaikan apapun bila tidak didukung dan dilaksanakan oleh penegak hukum yang kapabel, profesional, jujur dan baik. Oleh karena itu, jika aspek ini kita benahi dan perbaiki dengan benar, maka kita bisa lebih yakin dan optimis hasil dan dampaknya akan lebih signifikan dalam upaya reformasi birokrasi dan reformasi hukum yang kita lakukan.”Oleh sebab itu kepada segenap unsur pimpinan dan pembantu pimpinan baik di pusat maupun daerah, harus dapat menjadi lokomotip penggerak untuk mempercepat terciptanya reformasi hukum dan reformasi birokrasi yang secara konsisten sedang kita laksanakan. Upaya menjadikan beberapa Kejari, Kejati dan juga apa yang sedang dilakukan di lingkungan Kejaksaan Agung sebagai satuan kerja yang diproyeksikan sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani hendaknya dilanjutkan dengan konsisten agar kelak dapat dijadikan contoh bagi segenap satuan kerja lain secara keseluruhan. Untuk itu,   semua pihak dituntut agar mampu menterjemahkan dan menjadikan acuan, substansi dari program-program itu ke dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang selanjutnya akan mewarnai budaya kerja (culture set), dan perilaku (behavior) yang terpuji dan teruji untuk diimplementasikan saat menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan oleh segenap insan Adhyaksa.
Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
Pada kesempatan ini saya juga ingin mengingatkan kepada segenap jajaran Kejaksaan, khususnya para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik, agar memberi perhatian sungguh-sungguh praktek penegakan hukum dan penanganan perkara di wilayah hukumnya masing-masing. Pesan dan peringatan ini secara khusus patut disampaikan terutama berkenaan masih sering terdengarnya keluhan nyaring di tengah masyarakat tentang masih belum terpenuhinya harapan mereka untuk memperoleh keadilan. Untuk itu, segenap jajaran Kejaksaan hendaknya mampu menyelami, memperhatikan dan memenuhi tuntutan rasa keadilan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat di tempat penugasannya. Mampu menentukan secara proporsional, adil dan seimbang, siapa yang harus menerima hukuman karena terbukti bersalah dan siapa yang layak dibela dan dilindungi karena benar.
Selain itu, Saya juga harus menyampaikan tentang akan segera diselenggarakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu Legislatif secara serentak pada April 2019 mendatang. Kita sudah bisa membayangkan tugas berat dan kompleks yang akan dihadapi yang memerlukan kesiapan dan persiapan semua pihak, penyelenggara, peserta, masyarakat, termasuk kita. Secara internal jajaran Kejaksaan harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan agar mampu tampil secara maksimal menjalankan peran dan berkontribusi mendukung suksesnya Pemilu yang jujur, adil dan berkwalitas. Terutama para Jaksa yang akan ditugaskan dalam sentra Gakumdu agar menguasai dengan baik permasalahan, tugas dan pekerjaan yang akan dihadapinya. Untuk itu Kejaksaan Agung akan segera menyelenggarakan pengarahan, pembekalan dan pelatihan kepada para pejabat struktural dan para Jaksa agar pada saatnya nanti, tidak lagi asing dengan tugas yang diembannya. Secara eksternal, intensitas kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak terkait, sangat diperlukan untuk membangun suasana harmonis, menghilangkan sikap dan sifat ego sektoral dalam melaksanakan tugas dan bekerja bersama. Dukungan dan peran intelijen untuk mengantisipasi dan melaksanakan deteksi dini perkiraan adanya persoalan dan ekses negatif penyelenggaraan pemilihan juga tidak boleh diabaikan dan harus mendapat perhatian.
Bapak, Ibu dan saudara-saudara sekalian,
Di samping perlunya memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap penanganan perkara-perkara kejahatan yang tergolong serius, berbahaya, menarik perhatian dan berdampak luas seperti narkoba, terorisme, TPPU, pembakaran hutan dan  masih ada beberapa jenis baru perkara lain menggunakan sarana tehnologi informasi cyber, maka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi yang dianggap sebagai musuh masyarakat dan dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa masih harus mendapat penekanan khusus dari kita. Yang berkenaan tindak kejahatan yang satu ini seringkali diwarnai dengan munculnya berbagai kendala, hambatan dan persoalan berkaitan adanya dinamika perkembangan dan perubahan paradigma regulasi, tafsir baru peraturan perundangan, intervensi bahkan intrik, rumor fitnah dan penekanan termasuk iming-iming bujukan dan rayuan yang bila diikuti dapat mempengaruhi kesimpulan, arah dan keputusan dalam proses penanganannya.
Untuk itu segenap jajaran Kejaksaan hendaknya semakin dapat memaksimalkan kinerjanya, meningkatkan kemampuan dan kehati-hatian, menjaga diri, integritas, tidak mudah digoda dan tergoda. Apa yang dilakukan harus benar-benar terukur, terbuka, obyektif dan proporsional sehingga semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar. Secara spesifik, kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang di wilayahnya sedang dan baru saja menghadapi musibah bencana alam gempa bumi dan tsunami yang telah menimbulkan demikian banyak korban nyawa, harta benda, penderitaan dan kerusakan yang luar biasa saya anjurkan agar memberikan perhatian dan kontribusi penuh terutama di saat dilaksanakannya pemulihan, rehabilitasi dan restorasi pasca bencana. Kucuran, pemanfaatan dan penyaluran dana dari pemerintah dan bantuan lain yang terhimpun, semuanya harus tepat guna dan tepat sasaran. Jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah mendapat beban tugas lain yang harus dilaksanakan untuk memaksimalkan pengawalan, pengawasan dan tidak mustahil harus memproses hukum penindakan dengan tegas, terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan. Kehadiran kita dalam situasi dan kondisi seperti itu harus dapat memastikan agar seluruh daya dan dana yang ada dan tersedia benar-benar dikelola, dipergunakan dan dimanfaatkan sepenuhnya sesuai peruntukannya.
Saudara-saudara dan segenap hadirin yang berbahagia,
Saat ini masih juga saya perlu menjelaskan bahwa, seiring dengan komitmen pemerintah dalam upaya mempercepat dan memacu laju pembangunan, maka penegakan hukum pencegahan melalui pelaksanaan program dan kinerja TP4 harus kita tingkatkan intensitasnya, sebagai sebuah sarana dan kelengkapan untuk meletakkan penegakan hukum Kejaksaan yang sejalan, seirama dan selaras dengan komitmen dan kebijakan pemerintah dimaksud. Kita harus mampu membuktikan betapa program kita tersebut benar-benar telah memberi manfaat besar mendampingi, mengawal dan mengamankan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan sesuai tujuan awal kita merumuskan dan melaksanakan kebijakan itu. Meski kita masih harus dengan sabar menjelaskan hal tersebut kepada sementara pihak yang nampaknya menunjukkan sikap skeptis dan menyimpan praduga, tuduhan dan kecurigaan dan mewacanakan agar TP4 dibubarkan, di tengah demikian derasnya apresiasi, pengakuan dan penghargaan serta permintaan pendampingan dari hampir semua kementerian dan lembaga baik di pusat maupun daerah yang harus kita layani. Terakhir apresiasi dan penghargaan kepada TP4 Kejaksaan disampaikan oleh Wakil Presiden R.I. saat dinilai berhasil mengawal dan mengamankan proyek-proyek pembangunan dan perbaikan sarana olah raga guna kepentingan Asian Games ke-18 yang lalu. Demikian pula halnya penghargaan yang di terima dari pihak-pihak lain di pusat dan daerah yang merasa sangat terbantu merasa aman dan nyaman mendapat dukungan pendampingan dari TP4 Pusat dan Daerah dalam pelaksanaan pembangunan proyek-proyek strategis nasional dan daerah yang dilaksanakannya.
Oleh sebab itu, disini saya ingin menyampaikan kembali agar seluruh strata dan jajaran Kejaksaan tetap bertindak profesional, tetap bersungguh-sungguh dan tetap teguh menjalankan kebijakan pencegahan yang selama ini telah kita jalankan tersebut. Kita tidak perlu terlalu menghiraukan pandangan, pendapat dan sikap praduga yang masih ada seperti itu. Karena TP4 bukanlah sarana untuk berkonspirasi dan bukan pula bunker tempat berlindung, tetapi digagas dan dibentuk sebagai sarana pengawal dan pencegah terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program pembangunan.
Kepada para pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung yang baru dilantik, saya berharap saudara sekalian mampu melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pembantu pimpinan secara aktif, penuh inisiatif memberikan sumbangan pemikiran, ide-ide dan konsep-konsep serta gagasan yang inovatif dalam membantu pimpinan agar dapat mencapai kinerja dan hasil kerja yang optimal di bidang tugasnya masing-masing.
Bapak, Ibu, para hadirin dan khususnya saudara sekalian para pejabat yang baru dilantik,
Mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyinggung apa yang pernah disampaikan salah seorang proklamator kita Bung Hatta dalam sebuah kesempatan, bahwa Indonesia luas tanahnya, besar daerahnya, dan tersebar letaknya. Pemerintah negara semacam itu hanya dapat diselenggarakan mereka yang mempunyai tanggung jawab yang sebesar-besarnya dan memiliki pandangan amat luas. Rasa tanggung jawab itu akan hidup dalam dada jika kita sanggup hidup dengan memikirkan lebih dahulu kepentingan masyarakat, keselamatan nusa dan kehormatan bangsa.
Untuk itu, sekali lagi saya ingin mengajak Saudara sekalian memahami bahwa mutasi dan promosi jabatan ini, adalah juga merupakan sebuah kepercayaan dan amanah yang harus disikapi dengan rasa tanggung jawab yang besar serta diimbangi dengan kerja keras menggunakan nalar yang sehat, sudut pandang dan cara berpikir yang luas, cerdas dan bernas, agar lebih dapat mencerna, memahami secara utuh, holistik dan komprehensif dalam memecahkan setiap permasalahan, persoalan dan tantangan aktual dan faktual  yang ada. Tunjukkanlah kualitas diri kita melalui kinerja, integritas, sikap perilaku dan prestasi dilandasi semangat dan disiplin tinggi, agar dengan demikian dari diri kita, korps kita dan lembaga Kejaksaan yang merupakan rumah besar kita bersama, orang dapat lebih berharap bahwa keberadaan kita akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Akhirnya, atas nama pribadi maupun Pimpinan Kejaksaan, saya mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat baru yang baru saja dilantik. Saya berharap penempatan pada posisi baru masing-masing akan semakin memberikan nilai tambah dan manfaat bagi saudara, keluarga dan bagi kebaikan kita bersama.
Kepada para pejabat lama yang meninggalkan posisi dan jabatan yang selama ini telah diemban dan dilaksanakan dengan penuh pengabdian dan dengan baik, saya sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Kita semua berharap untuk selanjutnya, saudara sekalian akan tetap bersemangat dalam bertugas dan bekerja, selalu memberikan kontribusi positif dalam mengemban dan melaksanakan tugas-tugas lain yang ada.
Ucapan terimakasih dan penghargaan yang sangat tinggi juga saya sampaikan kepada bapak dan ibu-ibu, para isteri dan suami yang dengan penuh ketekunan, kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan telah mendampingi dan menjaga para pasangannya dalam mengabdi dan berkarya.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wataala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, bimbingan dan mencurahkan semua yang terbaik kepada kita semua, untuk saat ini, saat mendatang dan untuk seterusnya., Pungkasnya.
(RR)

Komentar

News Feed