oleh

Tinggal Di Bekasi, Tidak Memiliki KTP Kedua Kaki Sumarno Makin Parah

-Berita-544 views

Kota Bekasi, Publikasinews.com –  Suasana kontrakan Sumarno (35) tampak kumuh, meski berubin keramik bercorak putih polos. Ia tinggal bersama Amnah ibu kandungnya di kontrakan tersebut. Sembari menahan rasa sakit, Sumarno tampak tak bersemangat berbincang.

“Sudah berjalan sebulan penyakit ini menyerang saya seperti ini. Waktu itu sudah datang ke Puskesmas tapi tidak dikasih obat apa apa,” tutur Sumarno tampak kesakitan kemudian termenung meratapi nasibnya.

Saat ini Sumarno dan ibunya bertempat tinggal di kawasan Kampung Poncol Bulak RT 03 RW 17, Jaka Setia Bekasi Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat. Berawal dari sakit yang menderanya, Sumarno tak bisa lagi melakukan aktivitas. “Jangankan bekerja, memikirkan rasa sakit di kedua kaki saja saya dan ibu saya kelimpungan,” ungkapnya kepada PublikasiNews.com, Kamis (6/9/2018).

Penyakit yang menyerang kedua kakinya tampak mulai kemerahan mengeluarkan cairan, bernanah dan mengelupas.

“Ya nggak bisa ngapa-ngapain. Jangankan kerja, untuk bergerak saja sakit. Ya ginilah pak, pinginya diobati dan sembuh,” imbuhnya memelas.

Sementara itu pasca arahan dari Puskesmas agar urus identitas, memaksa Chairul alias Asep lakukan cross check ke Tomang Jakarta Barat, di mana Sumarno pernah tinggal. Chairul merupakan saudara Sumarno yang setelah menelusuri identitas Sumarno dan ibunya, didapati bahwa data Sumarno telah dihapus. Chairul pun bingung. Di sisi lain sakit kakaknya makin parah ditambah terganjal identitas.

“Sesuai arahan Puskesmas, makanya saya ke Tomang, data kakak saya sudah nggak ada, dihapus karena katanya lebih dari 10 tahun. Dan, bisa dirujuk asal diurus segala persyaratannya,” ujarnya.

Data yang berhasil dihimpun para awak media, Sumarno lelaki kelahiran 27 Maret 1983 ini, nyaris tak beridentitas. Baik Amnah ibunya dan juga Sumarno, tidak memiliki identitas secuilpun, baik KK maupun KTP, daerah asal maupun Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Nggak punya sama sekali. Dulu, pernah punya tapi sudah hilang nggak diurus lagi,” lanjut Amnah yang bekerja jadi tukang parkir di Indomaret Kawasan Grand GALAXY CITY, Bekasi Selatan.

Kejadian ini bukan merupakan satu- satunya kasus warga sakit tak beridentitas yang tinggal di Kota Bekasi. Oleh karena itu, pentingnya pendataan serius oleh jajaran pihak RT setempat terhadap warganya.

Tampaknya, turunnya para relawan pada dimensi kemanusiaan, membuat stakeholder (pemangku kepentingan) diduga seperti ‘terlelap’. Dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, PSM, TKSK merasa pulas, tupoksinya telah digantikan para relawan kemanusiaan yang muncul bak jamur di musim hujan.

” Ya, mereka seperti dinina-bobokan karena perannya telah digantikan oleh relawan-relawan. Mereka (aparatur) seperti kurang memperhatikan dan mengawasi ada masalah di masyarakat,” pungkas Mukhlis Mubarak geram sambil menyudahi percakapan.(NS/Jar)

Komentar

News Feed