oleh

Marsada Lestarikan Lagu Etnik Batak

-Berita-356 views

Jakarta, PUBLIKASInews.com – Jika mendengar Pulau Samosir maka yang terbayang adalah sebuah pulau di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara.

Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dan namanya dikenal hingga manca negara.

Selain terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Samosir juga memiliki sebuah grup musik yang tak kalah harum namanya di kancah musik lokal dan manca negara.

Marsada, demikian orang-orang menyebutnya.

Marsada awalnya terbentuk dari kumpul-kumpul di Warung tuak. Para personel Marsada sering bernyanyi bareng, menghibur setiap restoran di seputaran Tuk tuk Samosir.

“Kita harus mencintai kesenian budaya bangsa sendiri. Kita sudah sepakat untuk menjaga dan melestarikan budaya etnik Batak,” ungkap Bang Amput di Mulia Cafe, Hotel Nalendra, Jakarta (19/12/2017).

Beberapa lagu Marsada yang sudah dikenal masyarakat antara lain Maria, Boasa Ma, Mataniari Binsar dan Rosita.

Marsada pertama kali rekaman pada tahun 2003, kemudian rekaman tersebut dibawa ke Inggris dan dipromosikan di Inggris.

Pada Mei 2004, Marsada diundang meramaikan perhelatan Summer Party oleh WOMAD (World Organisation Music Art & Dance).

Selama 40 hari Marsada tur keliling Inggris, Wales & Skotlandia untuk mengikuti festival musik dunia.

Tahun 2005, Marsada kembali di undang oleh WOMAD untuk berkolaborasi dengan musisi Senegal dan musisi Madagaskar selama tur keliling Inggris.

Sehari-hari selain bermusik, para personel Marsada menyibukkan diri dengan memancing.

“Semoga di setiap sekolah ada kurikulum musik Batak agar generasi muda bisa melestarikan budaya Batak,” pesan Bang Amput.

Komentar

News Feed