oleh

PT BUMI ARTHA SEDAYU digugat NENEK Renta dan Putrinya di PN Karawang dalam Kasus Transaksi JUAL BELI TANAH ?

KARAWANG – PublikasiNews.Com | Ny. Tuti Hariyati bersama sang putri, Rini Anihayati dengan didampingi penasehat hukum Law FIRM RAR HM pimpinan Rusdi, SH, MH & Rekan; Arief Darmawan, SH, MH, Ronny Perdana Manullang, SH beserta paralegal dari staf Kantor Hukum Fachrurrozi, SH serta Rizky Dian Prawira yang turut hadir di Persidangan dengan agenda mediasi 2, Pengadilan Negeri Karawang Kelas 1B Jalan Jend. Ahmad Yani, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dalam perkara Gugatan PMH (Perbuatan Melawan Hukum) terhadap Tergugat PT. Bumi Artha Sedayu pada, Rabu (21/4/2021).

PT. Bumi Artha Sedayu yang merupakan Developer/ pengembang Perumahan Citra Swarna Grande, dengan obyek lahan di Jalan Raya Klari Nomor 29, Cibalongsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang Jawa Barat (Developer/ Pemasaran), yang dianggap ingkar karena purik (menghilang) selama lima tahun, meskipun telah terjadi pembayaran sekitar 20 persen (secara mencicil) dari Nilai penjualan sebesar Rp 2 miliar.

Obyek tanah tepatnya, yakni bahwa PENGGUGAT 1 adalah pemilik sebidang tanah seluas 3.208 M² sesuai dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor sertifikat: 02702 NIB. 10.06.02.02.02689 yang terletak di Jalan Kawali, Kelurahan Pancawati Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang Jawa barat dengan atas nama Tuti Haryati; (Bukti P.1 ), dan selanjutnya

Bahwa PENGGUGAT 2 adalah pemilik sebidang tanah seluas 7.000 M² sesuai dengan SHM nomor sertifikat: 02700 NIB. 10.06.02.02.02687 yang berada di Jalan Kawali, Kelurahan Pancawati Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang Jawa barat dengan atas nama Rini Anihayati; ( Bukti P.2).

Ny. Tuti Hariyati (tengah-depan) bersama putrinya yang cantiik, Rini Anihayati (kedua kiri-depan) dengan didampingi penasehat hukum Law FIRM RAR HM pimpinan Rusdi, SH, MH (kedua kanan-depan) & Rekan; Arief Darmawan, SH, MH (kiri-depan), Ronny Perdana Manullang, SH (kanan-depan) beserta paralegal dari staf Kantor Hukum Fachrurrozi, SH serta Rizky Dian Prawira (belakang) yang turut hadir di Persidangan dengan agenda mediasi 2, Pengadilan Negeri Karawang Kelas 1B Jalan Jend. Ahmad Yani, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada, Rabu (21/4).dok-red

Perkara Gugatan PMH (Perbuatan Melawan Hukum), Nomor 42/Pdt.G/2021 PN. KARAWANG, antara Penggugat Ny. Tuti Hariyati dan Mbak Rini Anihayati yang dimana sangat disayangkan untuk yang ke dua kalinya Pihak Tergugat/ Principal tidak dapat hadir tanpa alasan yang jelas Sementara Pihak Principal/ Penggugat walaupun kurang sehat namun dapat hadir, Principal/ Tergugat dalam sidang Mediasi kedua tersebut (Minggu lalu Mediasi pertama Principal, juga tidak hadir tanpa Penjelasan).

Dalam keterangan Pers-nya, Rusdi, SH, MH mengatakan bahwa pun saat Mediasi Kedua hari ini Rabu, 21 April 2021; menghadirkan Pengacaranya dan Komisaris PT. Bumi Artha Sedayu namun saat Hakim Mediasi meminta legal standing-nya, terlihat lagi-lagi tak mampu memperlihatkannya dengan alasan tinggal.

“Jadi hari ini kami dalam gugatan yang beragendakan mediasi kedua. Pada Rabu lalu kita di perintahkan oleh pengadilan untuk dapat menghadirkan principal memang SOP (Standar Operation Prosedure) adalah sedemikian rupa,” tutur Rusdi.

Dalam pemaparannya, Rusdi menjelaskan bahwa pihaknya telah menghadirkan principal yang mana principalnya juga sedang tidak sehat sekali. “Tapi kami mampu menghadirkannya. Namun sangat di sayangkan pihak tergugat dalam hal ini PT. Bumi Artha Sedayu tidak mampu hadir pimpinannya, Direkturnya dan hanya mengutus perwakilan yang juga tidak paham apa yang mau di diskusikan,” ungkapnya.

“Kemudian utusan tersebut juga yang mengaku sebagai komisaris tidak mampu menunjukkan data sebagai komisaris sehingga membuat kecewa terutama klien saya, dan pihak hakim mediasi dan rekan rekan pengacara sekalian,” tegas Rusdi.

Maka tadi telah di putuskan sidang diundur Minggu depan, pada hari Rabu 28 April 2021 dengan agenda yang sama untuk mediasi terkait kembali untuk dapat menghadirkan principal.

Dalam hal ini pihak Hakim Mediasi, khususnya Principal/ Penggugat dan Tim Kuasa Hukum menjadi bingung dan bertanya apakah Principal/ Tergugat Mengerti, Serius, mengulur-ulur waktu atau tidak Paham Perintah Pengadilan sehingga Menimbulkan tanda tanya bagi Pihak Principal/ Penggugat dan Tim Kuasa Hukum. “Ada apa dengan PT. Bumi Artha Sedayu? kita nantikan sidang dengan Agenda Mediasi ketiga pada Rabu depan pukul 10.00 WIB,” pungkasnya.[]dok-ist/fwj-red

Penulis : Zark

Komentar

News Feed